Pages

SBY: Indonesia Bangsa yang Besar, Bukan Keledai dan Ingat Sejarahnya

Gema Rakyat - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 dimanfaatkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengajak masyarakat merenungkan kembali sejarah.

"2018 ini memiliki makna sejarah yang tinggi. Tahun 1908 - Kebangkitan Nasional. Tahun 1928 - Sumpah Pemuda. Tahun 1998 tonggak reformasi," tulis Yudhoyono di Twitter dengan tanda *SBY* yang menunjukkan dia sendiri yang menulis.

Yudhoyono menambahkan semangat Kebangkitan Nasional 1908, 110 tahun yang lalu - menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Bebas dari belenggu para penjajah.

Yudhoyono mengatakan generasi sekarang dan mendatang bertugas untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju (developed country) di abad 21 ini.

Semangat Sumpah Pemuda 1928 -- 90 tahun lalu -- bersatunya pemuda-pemudi Indonesia di seluruh Tanah Air, yang amat majemuk identitasnya, demikian disampaikan Yudhoyono.

"Jangan sampai generasi sekarang kurang rukun dan kurang bersatu. Berdosa kita kepada para pendahulu. Malu pula kepada generasi mendatang," tulis Yudhoyono.

Yudhoyono mengatakan semangat dan agenda reformasi 1998 -- 20 tahun lalu -- koreksi besar dan mendasar atas kehidupan bangsa yang kurang adil dan berimbang bagi rakyat.

"Intinya: (1) Kekuasaan tak boleh terlalu absolut, agar kebebasan rakyat dan demokrasi hidup. (2) Hukum tegak dan tak tebang pilih. (3) Ekonomi adil dan menyejahterakan seluruh rakyat. (4) Dalam politik praktis (termasuk pemilu), negara (termasuk TNI, Polri & BIN) netral dan tak berpihak," tulis Yudhoyono.

Yudhoyono menekankan generasi sekarang dan mendatang wajib jalankan dan wujudkan amanah reformasi. Kalau tidak, kata dia, bisa ada reformasi lagi di masa depan.

"Jangan lupakan sejarah. Keledai tak tersandung batu yang sama. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan keledai dan ingat sejarahnya," tulis Yudhoyono.[newsakurat]

No comments:

Post a Comment

Komentar