Gema Rakyat - Pengacara Habib Rizieq Syihab, Eggi Sudjana mengatakan Imam Besar FPI itu tidak mempermasalahkan laporan mantan narapidana teroris, Sofyan Tsauri.
"Jadi saya sebagai lawyer Habib Rizieq, itu meyakini apa yang Habib Rizieq sudah omongkan, nggak mungkin dia omong berani seperti itu tanpa fakta.
Yang kedua, dibarengi dengan kondisi objektif adanya mubahalah tahun 2010 antara Sofyan Tsauri dengan ketua FPI Aceh. Jadi itu dasar yang sangat kuat dan ada dalilnya, dalil syar'i di situ, jadi kepada yang menuduh dan nggak ada bukti harus dengan sumpah," kata Eggi Sudjana, Minggu (20/5).
Eggi mempertanyakan alat bukti Sofyan yang sudah berani melaporkan Rizieq.
"Sekarang kalau dia mau melaporkan Habib, secara ilmu hukum benar, bagus, istilahnya ada hak hukum dia, tapi dia juga harus punya alat bukti yang kuat, kenapa sampai berani laporkan Habib? Padahal dia sendiri yang punya kesalahan di dalam konteks seperti Habib sudah omong, dan itu sudah terbukti waktu pengadilan (Abu Bakar Basyir) di Cilacap," ujarnya.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Rizieq dalam video yang beredar tersebut adalah fakta di persidangan Abu Bakar Baasyir pada 2016 lalu.
"Itu kan fakta persidangan, itu diungkap oleh Habib di fakta persidangan," ujarnya.
Eggi menjelaskan, apa yang diungkapkan dalam fakta persidangan adalah alat bukti yang kuat.
"Jadi, laporan si Sofyan itu mentah, nggak bisa, mau laporin apa orang fakta persidangan," tuturnya.
Sofyan yang juga merupakan mantan polisi mendapat sindiran dari Eggi. Menurutnya, Sofyan seharusnya mengerti soal hukum.
"Soal melaporkan memang hak hukum dia, tapi dia akan tertolak laporannya, bagaimana mau laporkan. Kenapa nggak waktu di fakta persidangan dulu, itu kan kejadian 2016, sidangnya 2016, sudah lama, kenapa dia nggak laporin Habib itu? Harusnya kalau dia mantan polisi, mestinya dia ngerti hukum, polisi kan penegak hukum, kok nggak ngerti hukum, gimana?" kata Eggi.
Sebelumnya, Sofyan Tsauri berencana akan melaporkan Habib Rizieq ke polisi. Sofyan merasa keselamatan dirinya dan keluarga terancam dengan adanya video ceramah Rizieq yang menyebutnya intelijen.
"Saya akan menempuh jalan terakhir sebagai warga negara Indonesia, saya akan menempuh jalan hukum dan saya akan melaporkan ini dengan pihak-pihak yang menuduh, terutama kelompok-kelompok yang mem-banner-kan bahwa saya yang merekayasa, men-setting, melahirkan terorisme," kata Sofyan di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/5).[jitunews]
No comments:
Post a Comment